
Masjid yang berdiri pada abad ke-18 ini oleh pemerintah daerah Lampung melalui Kantor Wilayah Departemen Agama Lampung di- tetapkan sebagai masjid tertua dan bersejarah di Bandar Lampung. Penetapan itu tertuang dalam SK No.: Wh/2/SK/147/1997.
Masjid Al-Anwar yang masih kokoh itu juga menyimpan Al- Qur’an dan 700 buku-buku ajaran agama Islam berusia 150 tahun. Sebagian dari kumpulan buku ajaran agama Islam itu tidak ada di daerah lain. Buktinya, ketika ada seseorang dari Malaysia mencari salah satu buku langka tentang ajaran Islam, ia menemukannya di perpustakaan masjid itu.
Para pendirinya, seperti Tumenggimg Muhammad Ali dan Penghulu Besar Kiai Muhammad Said yang wafat sebelum zaman kemerdekaan, dimakamkan di Pemakaman Gunung Kunyit, Jalan Yos Sudarso Telukbetung.
Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter ini telah mengalami dua kali renovasi, yakni tahun 1962 dan 1997. Semula masjid ini hanya mampu menampung 300-400 jamaah. Tahun 1962 masjid diperluas dengan tambahan serambi selatan, utara, dan timur. Kini, dapat menampung 1.500 sampai 2.000jamaah. Terakhir, renovasi masjid ini dibutuhkan dana sekitar Rp400 juta.
Renovasi masjid ini diharapkan oleh pengurus yayasan dapat menjadi kenyataan, karena Masjid Al-Anwar yang berusia tua dan bemilai sejarah dapat dijadikan barometer penegakan ajaran Islam di Bandar lampung.


0 komentar:
Posting Komentar