
Cerita heroik kaum pejuang kemerdekaan rakyat Lampung itu, kini mungkin terlupakan atau hilang dalam ingatan sebagian besar masya- rakat Lampung. Namun, yang pasti bahwa Masjid Al-Anwar menjadi saksi bisu dalam sejarah pergerakan rakyat Lampung tidak mungkin tergilas oleh perkembangan zaman.
Sejak awal berdirinya, Masjid Al-Anwar
selalu menjadi tempat mengatur strategi perjuangan. Pertemuan
antarpejuang dan ulama serta masyarakat kerap berlangsung di masjid
seusai shalat atau pengajian.
Perjuangan yangberbasis di masjid ini terdiri atas sejumlah tokoh dan
ulama. Di antaranya Haji Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kapteri Subroto,
Kiai Haji Nawawi, dan Kiai Haji Thoha (keduanya ulama asal Palembang).
Ulama, pejuang, dan masyarakat bahu-membahu mempertahan- kan Tanah Air yang dikenal dengan Bumi Rui Jurai dari cengkeraman penjajah Belanda. Perjuangan yang berlandaskan agama ini terus berkobar hingga Indonesia merdeka.


0 komentar:
Posting Komentar